Memilih Antena WiFi Yang Tepat Untuk Jaringan Kita


Sebagai seorang Administrator jaringan atau installer jaringan, kita mungkin menghindari solusi nirkabel (Wireless) karena kita khawatir bahwa gangguan transmisi akan membuat komunikasi jaringan tidak dapat diandalkan. Meskipun kita mungkin pernah mendengar tentang perbaikan teknis terbaru dalam teknologi nirkabel industri dan beberapa produsen produk menjanjikan kinerja perangkatnya bekerja dengan baik, akan tetapi masalah gangguan transmisi dan frekuensi tetap jadi acuan sebagai bahan pertimbangan untuk mendapatkan koneksi yang aman dan stabil.

Selanjutnya, kita mungkin bertanya-tanya apakah peralatan transmisi WLAN dapat memberikan stabilitas mekanik, suhu, tingkat kelembaban dan ketahanan korosi yang diperlukan untuk beroperasi secara efektif di fasilitas Anda?

Untuk beberapa kasus memang mengharuskan kita mengaplikasikan WLAN karena jika menggunakan Kabel Cooper atau Fiber Optik tentu akan lebih repot pemasangan dan perawatan.

Pemilihan Antena Berdasarkan Kebutuhan Lapangan

Berdasarkan jenisnya antena memiliki dua jenis:
Hosting Unlimited Indonesia

Antena Directorial

Antena yang ditargetkan ke arah tertentu dan baik digunakan untuk Point to Point (Misalnya: gedung A ke gedung B)

Antena Omni Directorial

Antena Omni mencakup sinyal dalam segala arah (360º), biasa digunakan untuk hotspot dan cafe-cafe.

Pemilihan Antena Berdasarkan Frekuensi

Dalam hal menentukan frekuensi yang tepat untuk antena kita adalah mempertimbangkan rentang frekuensi yang paling sesuai untuk pekerjaan kita di lapangan. Berikut ini tabel yang saya ambil dari IEEE 802.11 WLAN.

Contoh Kasus:

Menghubungkan Antara Gedung A dan Gedung B (Point to Point)

Dalam kasus atau skenario ini disebut Point to Point, yang kita butuhkan disini adalah antena jenis directorial 2 unit dan pastikan tidak ada halangan (pohon dan bangunan) untuk mendapatkan transmisi yang baik dan setiap antena saling berhadapan.



Menghubungkan Antara Gedung A ke Banyak Gedung lain

Pada kasus ini atau skenario ini kita anggap menghubungkan jaringan gedung-gedung di kampus. Topologi ini disebut Point to Multi Point. Antena yang digunakan adalah 1 unit antena Omni directorial dan 4 unit directorial disini kita juga harus memastikan tidak ada halangan tujuan setiap antena untuk mendapatkan transmisi yang baik. Setiap antena directorial diarahkan ke antena Omni.
Hosting Unlimited Indonesia

Menghubungkan Antena langsung ke Client (User)

Pada kasus atau skenario ini umumnya disebut hotspot dan juga sering digunakan pada wirausaha rt/rw net. Antena yang digunakan adalah antena Omni Directorial karena sifatnya mencakup ke segala arah (360º). Perlu diingat sesuaikan gain pada antena untuk jarak jangkau yang diinginkan, semakin besar gain semakin jauh jangkauan sinyal. Untuk kasus hotspot di cafe kita pakai antena omni bawaan router saja karena jika kita pakai antena yang gain besar maka user atau pengguna diluar cafe juga mendapatkan sinyal, kecuali anda mau proteksi lewat router dengan password. Jika hotspot untuk bisnis rt/rw net maka antena Omni Directorial Outdoor lebih cocok karena memiliki gain yang besar sehingga dapat mencakup area yang lebih luas.


Kesimpulan

bijaklah memilik jenis antena dan sesuaikan dengan cakupan area dan aplikasi kita, dengan artikel ini semoga kita dapat menentukan jenis antena mana yang kita butuhkan.
Tag : RTRW Net
0 Komentar untuk "Memilih Antena WiFi Yang Tepat Untuk Jaringan Kita"

Back To Top