Konfigurasi Awal Pada Mikrotik

Hosting Unlimited Indonesia
Contoh interface yang telah jadi
Pada dasarnya router MikroTik memberikan konfigurasi secara default dengan IP Gateway 192.168.88.1. Tetapi kita disini akan membuat pengaturan pada MikroTik kita dari 0. Dimana kita harus membuat DHCP server untuk client-client kita, membuat DNS server dan masih banyak lagi dan akan di jelaskan dalam blog ini. Tanpa panjang lebar, mari kita simak bagaimana caranya untuk membuat konfigurasi pada router MikroTik kita dari awal hingga bisa melakukan browsing pada komputer client. Disini saya memberi tutorial dengan menggunakan PC Mikrotik 5.20.


Mengakses MikroTik

Pertama

Disini kita harus melakukan reset MikroTik kita agar konfigurasi bawaan pada router kita menghilang. Caranya cukup mudah dengan cara buka winbox lalu cari MAC address router kita seperti gambar disamping. Masukan nama "admin" (tanpa tanda kutip) dan untuk password dikosongkan saja, lalu klik connect. Klik pada gambar jika kurang jelas.
Menghapus konfigurasi default


Kedua

Saat memasuki winbox interface anda akan melihat sebuah pop-up yang meminta konfirmasi akan menggunakan konfigurasi default atau tidak. Klik remove configuration seperti gambar disamping. Maka pada router kita tidak ada konfigurasi yang diterapkan.
Konfigurasi IP Address

Ketiga

Pada langkah ini, kita mulai memasuki inti dari topik judul postingan ini. Tetapkan port ethernet mana yang akan menjadi sambungan ke modem ADSL/sumber internet dan port yang mengarah ke client kita nantinya. Disini saya menetapkan port 1 mengarah ke modem ADSL/sumber internet dan port 2 mengarah ke client. Lalu kita harus membuat IP address yang nantinya digunakan oleh client kita dengan cara klik IP > Addresses. Maka box address aka muncul.
Selanjutnya klik gambar plus yang berwarna merah untuk menambahkan IP address yang akan digunakan oleh client kita. Pada konfigurasi yang diterapkan terapkan, saya menggunakan IP address 10.8.0.1/24, dimana gateway berada di IP 10.8.0.1 dan IP client berada di kisaran 10.8.0.2-10.8.0.254. Untuk Network, akan terisi secara sendirinya dari sistem. Arahkan Interface pada port yang mengarah ke client. Setelah selesai melakukan konfigurasi klik Apply. Seperti contoh gambar diatas.
Konfigurasi DHCP Server

Keempat

Setelah membuat IP address kita harus membuat DHCP server yang bertujuan agar client yang konek dijaringan kita secara otomatis mendapatkan IP tanpa perlu melakukan konfigurasi secara manual. Untuk membuat DHCP server cukup mudah, yaitu dengan cara buka winbox lalu klik IP > DHCP Server > DHCP Setup > DHCP Server Interface pilih port yang menuju client > DHCP Address Space tidak usah dirubah > Gateway for DHCP Network tidak usah dirubah > Addresses to Give Out disini merupakan range IP yang akan di dapat oleh client, dapa di ubah sesuka hati. Agar mempersingkat waktu saya tidak merubahnya > DNS Server yang saya gunakan menggunakan DNS google, dapat menggunakan DNS yang lainnya >  Lease Time merupakan waktu uptime IP address yang kita berikan kepada client kita, bisa dirubah sesuka hati > Maka DHCP Server telah selesai dibuat.
Konfigurasi DNS Server


Kelima

Proses selanjutnya kita harus membuat DNS server yang nantinya digunakan oleh client kita. Untuk membuat ini sangat mudah yaitu dengan cara klik IP > DNS > Servers dan masukan DNS yang akan digunakan. Konfigurasi yang saya gunakan menggunakan DNS google. Centang pada Allow Remote Requests agar ip router kita bisa dijadikan DNSSetelah selesai, klik Apply. Seperti gambar disamping.


Konfigurasi DHCP Client

Keenam

Pada tahap ini kita akan menghubungkan modem ADSL/sumber internet dengan router MikroTik kita. Masukian kabel UTP diantara port 1-3 pada modem ADSL dan ujung yang lain arahkan ke port 1 pada router MikroTik kita. Masuk ke winbox MikroTik, klik IP > DHCP Client > klik gambar plus/tambah yang berwarna merah > Pada Interface arahkan ke port 1 yang menuju ke modem ADSL > Hilangkan centang pada Use Peer DNS dan Use Peer NTP sedangkan untuk Add Default Router berikan centang. Untuk Default Route Distance beri angka 0 > Setelah selesai klik Apply. Maka router MikroTik kita akan mendapatkan IP address yang diberikan oleh modem ADSL. Seperti gambar disamping.


Membuat masquerade di MikroTik

Ketujuh

Tahapan selanjutnya kita harus memberikan topeng atau mask pada IP Address di jaringan yang kita buat. Hukumnya wajib dan harus ada agar semua client dapat menggunakan internet secara bersama-sama. Caranya sangat mudah, yaitu dengan cara klik IP > Firewall > NAT > klik icon plus/tambah berwarna merah > klik General. Ubah Chain menjadi srcnat dan out interface arahkan ke port model ADSL/sumber internet > klik Action dan pilih masquerade. Lalu klik Apply. Seperti gambar diatas.
Ping pada google

Hosting Unlimited Indonesia Kedelapan

Pada tahapan ini, router MikroTik kita sudah tersambung ke internet dan bisa dapat di cek dengan cara melakukan ping test ke google. Caranya cukup mudah, yaitu dengan cara klik New Terminal pada winbox, lalu ketik "ping www.google.com" tanpa tanda kutip dan tekan enter. Maka hasilnya akan seperti pada gambar disamping. Dan router MikroTik anda sudah siap untuk digunakan. 

                               
0 Komentar untuk "Konfigurasi Awal Pada Mikrotik"

Back To Top